Allah Bapa kami yang Maha Pengasih & Penyayang, seperti hambaMu Daud.

Kami merindukan rumahMu, tempat jiwa kami berteduh dan merasa aman dalam naunganMu,

tempat kami memuji dan memuliakan namaMu.

Kami mengucap syukur & terima kasih kepadaMu ya Bapa,

karena Engkau berkenan menyediakan lahan di Kranggan bagi pengembangan dan pembangunan rumahMu

di paroki Servatius,demi memperluas kerajaanMu di muka bumi ini.

Kami percaya dan berharap, bahwa Engkau yg telah mengawali karya mulia dalam diri kami,

berkenan pula untuk menyelesaikannya.

Kami mohon, curahkanlah RohMu kepada kami,

agar kami mampu mengatasi segala hambatan dan kesulitan

serta rela memberikan yang terbaik demi pembangunan rumahMu.

Berkatilah & curahilah Roh Kebijaksanaan kepada para donatur dan semua orang yang berkehendak baik,

yang dengan tulus hati rela terlibat membantu pelaksanaan pembangunan ini.

Berkatilah dan bukalah hati mereka yang tidak mendukung

atau belum menerima rencana pembangunan rumahMu

Berkatilah pula seluruh anggota panitia pembangunan gereja, dalam menjalankan misi yang diembannya.

Semoga seluruh rencana dan karya usaha kami semua

menjadi persembahan suci bagi karya penyelamatan Yesus

Semoga kehadiran Gereja menjadikan kami umatMu sebagai berkah dan anugerah

bagi masyarakat di sekitar kami, demi kemuliaan namaMu, kini dan sepanjang masa.

Amin

St Servatius …doakanlah kami

St Stanislaus Kostka …doakanlah kami

 

Bapa kami

Salam Maria

Kemuliaan

Tidaklah cukup hanya mewartakan devosi ini pada orang lain, namun diri sendiri harus mempraktekkannya, karena tidak seorangpun dapat memberikan apa yang tidak dimilikinya.

CahAya Lilin Kecil October 13 at 2:12am Reply • Report


Zaman dahulu kala, hiduplah seorang Raja. Raja ini seharusnya puas
dengan kehidupannya, dengan segala harta benda dan kemewahan yang ia
miliki. Tapi Raja ini tidak seperti itu. Sang Raja selalu
bertanya-tanya mengapa ia tidak pernah puas dengan kehidupannya. Tentu
saja, ia memiliki perhatian semua orang kemana pun ia pergi,
menghadiri jamuan makan malam dan pesta yang mewah, tetapi, ia tetapi
merasa ada sesuatu yang ku rang dan ia tidak tahu apa sebabnya.

Suatu hari, sang Raja bangun lebih pagi dari biasanya dan memutuskan
untuk berjalan-jalan di sekitar istananya. Sang Raja masuk ke dalam
ruang tamunya yang luas dan berhenti ketika ia mendengarkan seseorang
bernyanyi dengan riang… dan perhatiannya tertuju kepada salah satu
pembantunya. .. yang bersenandung gembira dan wajahnya memancarkan
sukacita serta kepuasan. Hal ini menarik perhatian sang Raja dan ia
pun memanggil si hamba masuk ke dalam ruangannya.

Pria ini, si hamba, masuk ke dalam ruangan sang Raja seperti yang
telah diperintahkan. Lalu sang Raja bertanya mengapa si hamba begitu
riang gembira. Kemudian, si hamba menjawab, “Yang Mulia, diri saya
tidaklah lebih dari seorang hamba, namun apa yang saya peroleh cukup
untuk menyenangkan istri dan anak-anak saya. Kami tidak memerlukan
banyak, sebuah atap di atas kepala kami dan makanan yang hangat untuk
mengisi perut kami. Istri dan anak-anak saya adalah sumber inspirasi
saya, mereka puas dengan apa yang bisa saya sediakan walaupun sedikit.
Saya bersukacita karena mereka bersukacita. “

Mendengar hal tersebut, sang Raja menyuruh si hamba keluar dan
kemudian memanggil asisten pribadinya masuk ke dalam ruangan.Sang Raja
berusaha mengkaji perasaan pribadinya dan mengkaitkan dengan kisah
yang baru saja didengarnya, berharap dirinya dapat menemukan suatu
alasan mengapa ia seharusnya dapat merasa puas dengan apa yang dapat
diperoleh dengan sekejap tetapi tidak, sedangkan hambanya hanya
memperoleh sedikit harta tetapi memiliki rasa kepuasan yang besar.
Dengan penuh perhatian, sang asisten pribadi mendengarkan ucapan sang
Raja dan kemudian menarik kesimpulan. Ujarnya, “Yang Mulia, saya
percaya si hamba itu belum menjadi bagian dari kelompok 99.” “Kelompok
99? Apakah itu?” tanya sang Raja. Kemudian, sang asisten pribadi
menjawab, “Yang Mulia, untuk mengetahui apa itu Kelompok 99, Yang
Mulia harus melakukan hal ini… letakkan 99 koin emas dalam sebuah
kantung dan tinggalkan kantung tersebut di depan rumah si hamba,
setelah itu Yang Mulia akan mengerti apa itu Kelompok 99.”

Sore harinya, sang Raja mengatur agar si hamba memperoleh kantung yang
berisi 99 koin emas di depan rumahnya. Walaupun ada sedikit keraguan
mucul, dan sang Raja ingin memberikan 100 koin emas, namun ia menuruti
nasihat si asisten pribadi dan tetapi meletakkan 99 koin emas.

Esok harinya, ketika si hamba baru saja hendak melangkahkan kakinya
keluar rumah, mat anya melihat sebuah kantung. Bertanya-tanya dalam
hatinya, ia membawa kantung itu masuk ke dalam dan membukanya. Ketika
melihat begitu banyak koin emas di dalamnya, ia langsung berteriak
girang. Koin emas… begitu banyak! Hampir ia tidak percaya. Kemudian
ia memanggil istri dan anak-anaknya keluar memperlihatkan temuannya.
Si hamba meletakkan kantung tersebut di atas meja, mengeluarkan
seluruh isinya dan mulai menghitung. Hanya 99 koin emas, dan ia pun
merasa aneh. Dihitungnya kembali, terus menerus dan tetap saja, hanya
99 koin emas. Si hamba mulai bertanya-tanya, kemanakah koin yang satu
lagi? Tidak mungkin seseorang hanya meninggalkan 99 koin emas. Ia pun
mulai menggeledah seluruh rumahnya, mencari koin yang terakhir.
Setelah ia merasa letih dan putus asa, ia memutuskan untuk bekerja
lebih keras lagi untuk menggantikan 1 koin itu agar jumlahnya genap
100 koin emas.

Keesokan harinya, ia bangun dengan suasana hati yang benar-benar tidak
enak, berteriak-teriak kepada istri dan anak-anaknya, tidak menyadari
bahwa ia telah menghabiskan malam sebelumnya dengan bekerja keras agar
ia mampu membeli 1 koin emas. Si hamba bekerja seperti biasa, tetapi
tidak dengan suasana hati yang riang, bersiul-siul seperti biasanya.
Dan si hamba pun tidak menyadari bahwa sang Raja memperhatikan dirinya
ketika ia melakukan pekerjaan hariannya dengan bersungut-sungut.

Sang Raja bingung melihat sikap si hamba yang berubah begitu drastis,
lalu memanggil asisten pribadinya masuk ke dalam ruangan. Diceritakan
apa yang telah dilihatnya dan si asisten pribadinya tetap mendengarkan
dengan penuh perhatian. Sang Raja bertanya, bukankah seharusnya si
hamba itu lebih riang karena ia telah memiliki koin emas.

Jawab si asisten,”Ah. . tetapi, Yang Mulia, sekarang hamba itu secara
resmi telah masuk ke dalam Kelompok 99.” Lanjutnya, “Kelompok 99 itu
hanyalah sebuah nama yang diberikan kepada orang-orang yang telah
memiliki semuanya tetapi tidak pernah merasa puas, dan mereka terus
bekerja keras mencoba mencari 1 koin emas yang terakhir agar genap 100
koin emas. Kita harusnya merasa bersyukur dengan apa yang ada, dan
kita bisa hidup dengan sedikit yang kita miliki. Tetapi ketika kita
diberikan yang lebih baik dan lebih banyak, kita menghendaki lebih!
Tidak menjadi orang yang sama lagi, yang puas dengan apa yang ada,
tetapi kita terus menghendaki lebih dan lebih dan memiliki keinginan
seperti itu kita membayar harga yang tidak kita pun sadari. Kehilangan
waktu tidur, kebahagiaan, dan menyakiti orang-orang yang berada di
sekitar kita hanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita
sendiri. Orang-orang seperti itulah yang tergabung dalam Kelompok 99!”

Mendengar hal itu, sang Raja memutuskan bahwa untuk selanjutnya, ia
akan mulai menghargai hal-hal yang kecil dalam hidup.

Sahabat, berusaha untuk memiliki lebih itu bagus, tetapi jangan
berusaha terlalu keras sehingga kita kehilangan orang-orang yang dekat
dengan kita, jangan pernah menukar kebahagiaan dengan kemewahan!

Gbu all.

CahAya Lilin Kecil October 9 at 4:44am Reply • Report
Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun,
memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia
rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis
yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket
konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket
pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah
terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya.
Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk
diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari
bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika
melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan
menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh
rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan
mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little
star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano
mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan
ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung.

Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang
pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut,
dan bergegas naik ke atas panggung.

Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum
dan berkata, “Teruslah bermain”, dan sang anak yang mendapat ijin,
meneruskan permainannya.

Sang pianis lalu duduk di samping anak itu, dan mulai bermain
mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan
anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat
indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.

Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan
meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi
GR (Gede Rasa), pikirnya, “Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah
hebat!”

Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang
duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan
permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita?

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat,
perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita
lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah ada di samping kita. Kita
adalah anak kecil tadi, tanpa ada Allah di samping kita, semua yang
kita lakukan akan sia-sia.

Suatu waktu di gereja, seorang Romo bertanya kepada satu keluarga yang
mengikuti misa pagi itu, “Apakah kalian melakukan doa bersama?” “Maaf,
Romo,” jawab sang kepala keluarga, “kami tidak punya waktu untuk itu.”

Romo itu bertanya lagi, “Seandainya kalian tahu salah seorang anakmu
akan sakit, apakah kalian juga tidak akan berdoa bersama memohon
kesembuhannya?” “Oh, tentu kami akan berdoa,” jawab sang ayah. Tanya
sang Romo berlanjut, “Seandainya kamu tahu bahwa ketika kamu tidak
berdoa bersama, salah satu anakmu akan terluka dalam kecelakaan,
apakah kamu tidak akan berdoa bersama?” “Tentu, kami pasti akan
berdoa,” jawab sang ibu. “Seandainya setiap hari kamu lupa berdoa, dan
kamu akan dihukum lima ratus ribu, apakah kamu akan berdoa?” “Tentu
Romo, kami akan berdoa bersama. Tapi maaf, apa maksud
pertanyaan-pertanyaan tadi?” bapak itu balik bertanya.

“Begini Pak, saya pikir masalah keluarga anda bukan soal waktu.
Buktinya Anda ternyata selalu punya waktu untuk berdoa. Masalahnya
adalah Anda tidak menganggap doa keluarga itu penting, sepenting
membayar denda senilai lima ratus ribu tadi atau menjaga agar
anak-anak dalam keadaan selamat.

Doa seharusnya menjadi kunci pembuka di pagi hari dan gembok pelindung
di malam hari. Doa memberi kekuatan kepada orang lemah, membuat orang
tidak percaya menjadi percaya, dan memberi keberanian kepada orang
yang takut. Jika kita berdoa saat kesulitan, doa itu akan meringankan
kesulitan kita. Jika kita berdoa pada saat gembira, doa itu akan
melipatgandakan kegembiraan kita.

Bila akhir-akhir ini kita tidak atau jarang berdoa, sekaranglah
waktunya untuk memulai berbenah kembali. Komunikasi langsung dengan
Tuhan melalui doa dapat menciptakan keajaiban bagi diri kita sendiri
dan bagi orang lain.

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan
bertekunlah dalam doa! (Rom 12:12) [irene-salam damai]


RUNDOWN PESTA NAMA STASI STANISLAUS KOSTKA
TAMAN WILADATIKA, CIBUBUR – 14 NOVEMBER 2010
No Estimasi Waktu Kegiatan Detail Kebutuhan
Petugas Peralatan
1 08.00 – 10.00 Misa Syukur Pesta Nama Stasi Misa Pesta Nama (Konselebrasi) oleh Romo Rudiyanto, Romo Hani, dan Romo Ipung. Sie. Liturgi, dkk  
2 10.00 – 10.05 Opening MC Menyambut umat yang hadir dengan games dari MC, MC akan menceritakan secara singkat mengenai sejarah Stanislaus MC dan Acara MIC (2)
3 10.05 – 10.10 Sambutan Ketua Panitia: Kiki MC dan Acara MIC 2 (MC) dan 1 (sambutan)
Ketua Dewan Stasi: Pak Ginting
Romo Rekan: Romo Rudiyanto
4 10.10 – 10.20 PS. Andreas Bernyanyi Lagu: “Rek Ayo Rek” dan “Manuk Dadali” MC dan Acara MIC (4), standing on stage
5 10.20 – 10.30 Games (“Lengkapi Gambar”) Dibacakan peraturan oleh MC dan perwakilan 9 lingkungan masing-masing 3 orang MC dan Acara Gambar Wajah 9 buah, Slayer 9 buah, dan Spidol
6 10.30 – 11.00 Final Stanislaus Idol Berdasarkan urutan yang sudah ditentukan: MC dan Acara  
1. Pak Hendriana (Avelino 2)
2. Ibu Widi (Fournet)
3. Tora & Valen (Avelino 3)
7 11.00 – 11.10 Games (“Lipat Koran”) Dibacakan peraturan oleh MC dan perwakilan dari 9 lingkungan (@ 2 orang) MC dan Acara Koran (9) lbr
8 11.10 – 11.20 Persembahan BIR St. Gemma Koordinator: Andra MC dan Acara  
9 11.20 – 11.40 Unjuk Kreativitas Avelino 2 MC dan Acara  
Corsini
10 11.40 – 11.43 Doorprize Doorprize diambil 2x oleh MC dan nama pemenang doorprize dipisahkan MC dan Acara Tempat No. Kupon doorprize
11 11.43 – 12.05 Unjuk Kreativitas Fournet MC dan Acara  
Rasul
12 12.05 – 12.30 Makan Siang Doa pembukaan oleh Pak Markus Winarto. Makan siang panitia menyediakan 600 box Konsumsi  
13 12.30 – 12.40 Games (“Melawan Perintah”) Dibacakan peraturan oleh MC dan perwakilan 9 lingkungan (@2 orang) MC dan Acara  
14 12.40 – 13.00 Unjuk Kreativitas Avelino 1 MC dan Acara  
Bobola
15 13.00 – 13.10 Doorprize Idem. MC dan Acara  
16 13.10 – 13.30 Unjuk Kreativitas Kim Tae Gon MC dan Acara  
Avelino 3
17 13.30 – 13.40 Persembahan Romo   MC dan Acara  
18 13.40 – 13.50 Doorprize Idem. MC dan Acara  
19 13.50 – 14.15  Pengumuman pemenang (didampingi dewan juri) Stanislaus Idol: Juara 1, 2, dan 3 MC dan Acara Hadiah lomba
Unjuk Kreativitas: Juara 1, 2, dan 3
Supporter Terbaik
20 14.15 – 14.25 Doorprize dan pengumuman pemenang doorprize Pemanggilan 8 nomor yang sudah dipilih secara acak MC dan Acara Bingkisan doorprize
21 14.25 – 14.30 Penutupan MC mengucapkan terima kasih MC  

8 Prinsip Menghindari Stres Gaya Yesus

8 Prinsip Menghindari Stres Gaya Yesus
dari notulen pertemuan Sahabat St Teresa 13 Jan 2008
Rm.Felix OCD

Melihat lebih dalam pada kehidupan Yesus, akan memperlihatkan bahwa sesungguhnya kehidupanNya penuh dengan tekanan / stres, bahkan hampir tidak ada waktu untuk diri sendiri. Namun pada faktanya Yesus hidup dalam damai dan tenang, hal ini berkaitan dengan prinsip-prinsip hidup yang dibangunNya, prinsip-prinsip yang membuat bahagia di dalam tekanan.

Mengaplikasikan prinsip-prinsip Yesus membuat kita menjadi saksi-saksi Kristrus.

Prinsip-prinsip yang seharusnya menjadi teladan bagi kita sebagai kekasih dan muridNya adalah :

1. Identifikasi (mengenal siapakah aku ini ?)
Yesus memakai prinsip ini, mengenal diriNya dengan baik sehingga Ia berani mengungkapkan siapa diriNya tanpa takut. Yoh 8 :12 Aku adalah terang …. , Yoh 10:9 Aku adalah pintu … . Dengan mengenal diri sendiri dalam segala kekurangan dan kelebihan membuat seseorang dapat menempatkan diri dengan benar. Banyak orang menderita dan stres karena memakai topeng, ada banyak hal yang ingin disembunyikan dari orang lain / mendua hati, sehingga kehidupan terasa tidak nyaman, dan walaupun begitu berupaya, standar realistik tidak akan pernah tercapai. Penyadaran siapa saya, bahwa kita berasal dari kasih Allah dan menjadi anak-anakNya, membuat hal lain tidak menjadi prioritas lagi

2. Dedikasi (kepada siapa yang harus ku senangkan ?)
Yesus yang begitu banyak berbuat baik sekalipun, banyak tidak disukai orang. Apa yang dilakukan tidak dapat memenuhi kesukaan bagi semua orang, tetap ada yang tidak puas, Namun Yesus tahu siapa sesungguhnya yang harus disenangkan, sehingga apa yang seharusnya dilakukan melulu hanya untuk menyenangkan hati Bapa. Yoh 5:30 Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Bila kita tidak sadar siapa yang harus kita senangkan maka kita akan menuai :
* Kritik
* Persaingan
* Konflik

Yesus mengajar dalam Mat 6:33, Carilah dulu kerajaan Allah dan kebenaranNYa maka semuanya itu akan ditambahkan padamu. Bila kita fokus untuk menyenangkan Tuhan maka kita dapat menyederhanakan banyak hal, dan tidak mudah menyalahkan orang lain sebagai alasan untuk menyenangkan diri sendiri.

3. Organisir (tahu tingkat prioritas yang harus dikerjakan)
Yoh 8:14 Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tahu apa yang seharusnya dikerjakan, membuat kita tidak dikuasai orang lain atau situasi.

4. Konsentrasi (fokus pada satu hal dalam satu waktu)Yesus sering dituntut melakukan hal yang tidak direncanakanNya Luk 4:42-43 orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tapi Yesus mempunyai rencana sendiri yang harus di fokuskan, Ia tetap fokus pada satu hal, akan tidak mungkin berhasil baik tanpa fokus satu-satu.

5. Mendelegasikan
Janganlah ingin puas sendiri, menganggap di luar diri saya tidak akan berhasil. Lihat Yesus, walaupun Ia sanggup mengerjakan semua sendiri dengan sempurna, Ia tetap mendelegasikan tugasNya dengan memilih para rasul. Saat bersama adalah saat memampukan para rasul lewat pengajaran dan teladan, pada saatnya Yesus memberi kuasa atas roh dan mengutus para rasul Mk 3 : 1-35. Stres dapat muncul pada orang yang perfeksionisme dan orang yang merasa tidak aman, sehingga mereka tidak dapat mendelegasikan pekerjaan dan cenderung menyingkirkan orang lain.

6. Meditasi
Meditasi membuat kita menjadi habitat doa, manusia modern sukar berada dalam keheningan, mereka tidak tahan dalam hening dan menukarnya dengan elektronik seperti HP, komputer, MP3, TV. Maz 46:11 Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah. Kita perlu mencontoh Yesus untuk pagi-pagi setelah bangun tidur duduk santai dan berdoa menyerahkan rencana-rencana pada Tuhan , bila mungkin ikut misa harian, rencana itu kita persembahkan saat konsekrasi, lihatlah akan ada hasil yang menarik. Mk 1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

7. Rekreasi
Cari waktu untuk menikmati hidup. Yesuspun setelah bekerja dan mendengar hasil pekerjaan para rasul pergi berekreasi dengan caraNYa, MK 6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika. Yang dilakukan Yesus adalah prinsip relax. Saat dalam tekanan, berekreasi dengan keluarga seperti bersenda gurau dengan anak dapat membuat relax dan kembali bersemangat.

8. Trasformasi
Berikan beban pada Yesus Mat 11 : 28-30 Marilah padaku yang berbeban berat … , seperti Yesuspun menyerahkan stresNya pada Bapa di taman Getsemani. Karena kita tahu dan percaya bahwa beban yang kita tanggung merupakan jalan menuju kebaikan, dibalik kecewa ada makna yang tinggi. Yer 29:11 Rancangan Tuhan bukan …. , Rm 8:28 Tuhan turut bekerja ….

Hambatan yang membuat komunikasi macet :
1. Tidak mau mendengar ( lebih senang didengar)
2. Tidak bisa mempercayai orang
3. Tidak ada keterbukaan

KISAH DUA WARTAWAN PERANG

February 2, 2010 by Anthony Dio Martin  


Dua wartawan perang, ditangkap oleh sekelompok gerilyawan. Lantas, mereka dibawa oleh kawanan gerilyawan itu bersembunyi dan masuk ke dalam hutan rimba belantara. Selama ditawan, mereka sebenarnya diperlakukan dengan baik. Para kawanan gerilyawan pun tidak punya niat untuk mencelakakan mereka. Para tawanan ini hanya akan dipakai untuk menekan pihak pemerinta yang tidak mau berunding. Tidak ada niat sedikit pun mencelakakan mereka.

Namun, setelah dikepung berhari-hari oleh tentara pemerintah, akhirnya pihak kawanan gerilyawan pun memutuskan untuk menyerah. Mereka ditangkap, dan begitu pula kedua wartawan inipun diselamatkan oleh tentara pemerintah dan dibawa pulang. Akhirnya, kedua wartawan ini pun kemudian dipulang ke negara mereka masing-masing.

Lalu, di negara asalnya, wartawan yang satu, mengungkapkan kesannya yang penuh dengan celaan serta kejengkelan selama ia ditawan. Menurutnya, “Kami harus masuk ke jalan-jalan di hutan yang buruk! Nyamuknya banyak! Hidup dari buah-buah dan berburu binatang di hutan! Tidur dengan sangat tidak nyenyak.” Pokoknya, isinya hanya penuh keluh kesah.

Sementara itu, wartawan yang lainnya mengungkapkan catatan hariannya yang isinya sama sekali berbeda. Menurutnya catatannya, “Betul-betul perjalanan yang menantang. Hidup terasa lebih hidup. Saya merasa seperti menjalani kehidupan seperti jaman dahulu. Berburu binatang di hutan untuk hidup. Tidur di alam terbuka. Belajar bertahan hidup dengan apa yang tersedia di hutan. Sungguh pengalaman yang mendebarkan!”

Ketika tulisan pengalaman kedua wartawan ini akhirnya dimuat di koran mereka masing-masing, tampaklah betapa berbedanya kedua wartawan ini melihat pengalaman mereka, dengan kaca mata mereka masing-masing. Pertanyaannya, kalau begitu, siapa diantara kedua wartawan ini yang benar?

Pesan Moral:
Ketika kamu mulai mencela, kamu kehilangan kesempatan untuk melihat sesuatu yang indah ” (Anthony Dio Martin)

Suara Paus Akan Isi Album Musik

10 Agustus 2009 15:08

[1/8/2009]Salah satu perusahaan rekaman terbesar di dunia, Universal, telah menandatangani kontrak degan radio Vatikan dan sebuah penerbit multimedia di Roma, untuk merilis album yang sampulnya bergambar Paus Benediktus.

Jadi mengapa Paus mau berurusan dengan perusahaan yang lebih akrab dengan bintang pop seperti Pussycat Dolls dan Lady Gaga?

Paus Benediktus boleh-jadi tidak setuju dengan banyak aspek kehidupan budaya modern, tapi di sisi lain Sri Paus juga ingin kaum muda Katolik tetap berada dalam pangkuan Gereja Katolik, kata Wartawan BBC di Roma, David Willey.

Seperti pendahulunya, Paus Johanes Paulus II, dia bersedia menggunaan suaranya dipakai dalam album doa-doa gereja, yang dikombinasikan dengan musik gereja modern.

Promotor album ini berharap bisa menarik minat kalangan muda yang biasanya lebih tertarik pada musik rap dan heavymetal.

Cakram musik ini direkam di London oleh sebuah koor dari Roma bersama Royal Philharmonic Orchestra.

Dalam berbagai upacara di Vatikan, suara Sri Paus yang berusia 82 tahun terdengar merdu.

Memberikan izin

Dia sudah memberi izin kepada perusahaan rekaman itu untuk menggunakan suaranya yang selama ini direkam oleh radio dan televisi Vatikan.

Paus Benediktus adalah seorang pecinta musik, dia memasang sebuah baby grand piano di apartemennya di Vatikan setelah terpilih sebagai Paus.

Dia terutama suka pada musik klasik, dan dalam sebuah konser di Vatikan baru-baru ini, dia memuji peran musik yang universal.

“Musik mengekspresikan sentimen manusia yang universal, termasuk sentimen religius, yang mengasi batas-batas budaya,” katanya.

Untuk sementara album ini akan diberi judul bahasa Latin Alma Mater yang berarti Ibu yang Manis.

Judul ini merujuk pada musik dan lagu-lagu pujian bagi Perawan Maria dalam album ini.

Persis sepuluh tahun lalu, suara Paus Johanes Paulus dipakai untuk album kompilasi berjudul Abba Pater atau Bapa Kami.[bbcindonesia]

Usir Stres dengan 9 Makanan Ini

VIVAnews

By Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti – Senin, 24 Mei

VIVAnews – Olahraga teratur, mengonsumsi makanan dan minuman penambah energi saat sarapan, serta mengunyah makanan ringan di sela-sela jam makan, memang terbukti bisa menstabilkan gula darah dan menghambat stres.

Namun, banyaknya aktivitas dan buruknya cuaca terkadang juga bisa menjadi pemicu timbulnya stres. Untuk menangkal stres, berikut jenis makanan yang bisa menurunkan energi emosional Anda, seperti di kutip dari laman msn.com.

Jeruk

Sebuah penelitian di Jerman di Psychopharmacology, menemukan vitamin C bisa membantu mengurangi stres, menurunkan tekanan darah dan membuat kadar kortisol kembali ke tingkat normal. Vitamin C juga terkenal untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ubi jalar

Ubi jalar dapat membantu mengurangi stres karena dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat yang bisa meredam stres. Makanan ini kaya vitamin, betakaroten, serat, sehingga membantu proses tubuh Anda tetap mendapat asupan karbohidrat.

Aprikot kering

Buah ini kaya magnesium yang merupakan pengusir stres, dan berkhasiat untuk merelaksasi otot dari dalam secara alami.

Almond, pistachio dan walnut

Almond kaya kandungan vitamin B dan vitamin E, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, termasuk kenari dan pistachio yang dapat menurunkan tekanan darah.

Kalkun

Daging unggas satu ini mengandung asam amino yang disebut L-tryptophan. Asam amino ini memicu pelepasan serotonin, kimia otak yang bisa meningkatkan mood. Ini adalah alasan mereka yang mengonsumsi kalkun lebih relaks, terutama setelah makan itu. Karena, L-Tryptophan memiliki efek menenangkan.

Bayam

Kekurangan magnesium bisa menyebabkan migrain dan perasaan lelah. Satu mangkuk bayam rebus bisa menyediakan 40 persen dari kebutuhan magnesium harian Anda.

Salmon

Diet tinggi asam lemak omega-3 melindungi terhadap penyakit jantung. Sebuah studi dari Diabetes & Metabolisme menemukan bahwa omega-3 mempertahankan kortisol hormon stres tetap stabil dan adrenalin dari puncak.

Avokad

Lemak tak jenuh tunggal dan potasium dalam avokad membantu menurunkan tekanan darah. ‘The National Heart, Lung, and Blood Institute’ mengatakan, salah satu cara terbaik untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan mengonsumsi cukup kalium (avokad memiliki lebih banyak kalium daripada pisang).

Sayuran hijau

Brokoli dan sayuran hijau gelap lainnya mengandung vitamin yang membantu menenangkan pikiran dan tubuh saat stres. (umi)