8 Prinsip Menghindari Stres Gaya Yesus

8 Prinsip Menghindari Stres Gaya Yesus
dari notulen pertemuan Sahabat St Teresa 13 Jan 2008
Rm.Felix OCD

Melihat lebih dalam pada kehidupan Yesus, akan memperlihatkan bahwa sesungguhnya kehidupanNya penuh dengan tekanan / stres, bahkan hampir tidak ada waktu untuk diri sendiri. Namun pada faktanya Yesus hidup dalam damai dan tenang, hal ini berkaitan dengan prinsip-prinsip hidup yang dibangunNya, prinsip-prinsip yang membuat bahagia di dalam tekanan.

Mengaplikasikan prinsip-prinsip Yesus membuat kita menjadi saksi-saksi Kristrus.

Prinsip-prinsip yang seharusnya menjadi teladan bagi kita sebagai kekasih dan muridNya adalah :

1. Identifikasi (mengenal siapakah aku ini ?)
Yesus memakai prinsip ini, mengenal diriNya dengan baik sehingga Ia berani mengungkapkan siapa diriNya tanpa takut. Yoh 8 :12 Aku adalah terang …. , Yoh 10:9 Aku adalah pintu … . Dengan mengenal diri sendiri dalam segala kekurangan dan kelebihan membuat seseorang dapat menempatkan diri dengan benar. Banyak orang menderita dan stres karena memakai topeng, ada banyak hal yang ingin disembunyikan dari orang lain / mendua hati, sehingga kehidupan terasa tidak nyaman, dan walaupun begitu berupaya, standar realistik tidak akan pernah tercapai. Penyadaran siapa saya, bahwa kita berasal dari kasih Allah dan menjadi anak-anakNya, membuat hal lain tidak menjadi prioritas lagi

2. Dedikasi (kepada siapa yang harus ku senangkan ?)
Yesus yang begitu banyak berbuat baik sekalipun, banyak tidak disukai orang. Apa yang dilakukan tidak dapat memenuhi kesukaan bagi semua orang, tetap ada yang tidak puas, Namun Yesus tahu siapa sesungguhnya yang harus disenangkan, sehingga apa yang seharusnya dilakukan melulu hanya untuk menyenangkan hati Bapa. Yoh 5:30 Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Bila kita tidak sadar siapa yang harus kita senangkan maka kita akan menuai :
* Kritik
* Persaingan
* Konflik

Yesus mengajar dalam Mat 6:33, Carilah dulu kerajaan Allah dan kebenaranNYa maka semuanya itu akan ditambahkan padamu. Bila kita fokus untuk menyenangkan Tuhan maka kita dapat menyederhanakan banyak hal, dan tidak mudah menyalahkan orang lain sebagai alasan untuk menyenangkan diri sendiri.

3. Organisir (tahu tingkat prioritas yang harus dikerjakan)
Yoh 8:14 Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tahu apa yang seharusnya dikerjakan, membuat kita tidak dikuasai orang lain atau situasi.

4. Konsentrasi (fokus pada satu hal dalam satu waktu)Yesus sering dituntut melakukan hal yang tidak direncanakanNya Luk 4:42-43 orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tapi Yesus mempunyai rencana sendiri yang harus di fokuskan, Ia tetap fokus pada satu hal, akan tidak mungkin berhasil baik tanpa fokus satu-satu.

5. Mendelegasikan
Janganlah ingin puas sendiri, menganggap di luar diri saya tidak akan berhasil. Lihat Yesus, walaupun Ia sanggup mengerjakan semua sendiri dengan sempurna, Ia tetap mendelegasikan tugasNya dengan memilih para rasul. Saat bersama adalah saat memampukan para rasul lewat pengajaran dan teladan, pada saatnya Yesus memberi kuasa atas roh dan mengutus para rasul Mk 3 : 1-35. Stres dapat muncul pada orang yang perfeksionisme dan orang yang merasa tidak aman, sehingga mereka tidak dapat mendelegasikan pekerjaan dan cenderung menyingkirkan orang lain.

6. Meditasi
Meditasi membuat kita menjadi habitat doa, manusia modern sukar berada dalam keheningan, mereka tidak tahan dalam hening dan menukarnya dengan elektronik seperti HP, komputer, MP3, TV. Maz 46:11 Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah. Kita perlu mencontoh Yesus untuk pagi-pagi setelah bangun tidur duduk santai dan berdoa menyerahkan rencana-rencana pada Tuhan , bila mungkin ikut misa harian, rencana itu kita persembahkan saat konsekrasi, lihatlah akan ada hasil yang menarik. Mk 1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

7. Rekreasi
Cari waktu untuk menikmati hidup. Yesuspun setelah bekerja dan mendengar hasil pekerjaan para rasul pergi berekreasi dengan caraNYa, MK 6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika. Yang dilakukan Yesus adalah prinsip relax. Saat dalam tekanan, berekreasi dengan keluarga seperti bersenda gurau dengan anak dapat membuat relax dan kembali bersemangat.

8. Trasformasi
Berikan beban pada Yesus Mat 11 : 28-30 Marilah padaku yang berbeban berat … , seperti Yesuspun menyerahkan stresNya pada Bapa di taman Getsemani. Karena kita tahu dan percaya bahwa beban yang kita tanggung merupakan jalan menuju kebaikan, dibalik kecewa ada makna yang tinggi. Yer 29:11 Rancangan Tuhan bukan …. , Rm 8:28 Tuhan turut bekerja ….

Hambatan yang membuat komunikasi macet :
1. Tidak mau mendengar ( lebih senang didengar)
2. Tidak bisa mempercayai orang
3. Tidak ada keterbukaan