Suara Paus Akan Isi Album Musik

10 Agustus 2009 15:08

[1/8/2009]Salah satu perusahaan rekaman terbesar di dunia, Universal, telah menandatangani kontrak degan radio Vatikan dan sebuah penerbit multimedia di Roma, untuk merilis album yang sampulnya bergambar Paus Benediktus.

Jadi mengapa Paus mau berurusan dengan perusahaan yang lebih akrab dengan bintang pop seperti Pussycat Dolls dan Lady Gaga?

Paus Benediktus boleh-jadi tidak setuju dengan banyak aspek kehidupan budaya modern, tapi di sisi lain Sri Paus juga ingin kaum muda Katolik tetap berada dalam pangkuan Gereja Katolik, kata Wartawan BBC di Roma, David Willey.

Seperti pendahulunya, Paus Johanes Paulus II, dia bersedia menggunaan suaranya dipakai dalam album doa-doa gereja, yang dikombinasikan dengan musik gereja modern.

Promotor album ini berharap bisa menarik minat kalangan muda yang biasanya lebih tertarik pada musik rap dan heavymetal.

Cakram musik ini direkam di London oleh sebuah koor dari Roma bersama Royal Philharmonic Orchestra.

Dalam berbagai upacara di Vatikan, suara Sri Paus yang berusia 82 tahun terdengar merdu.

Memberikan izin

Dia sudah memberi izin kepada perusahaan rekaman itu untuk menggunakan suaranya yang selama ini direkam oleh radio dan televisi Vatikan.

Paus Benediktus adalah seorang pecinta musik, dia memasang sebuah baby grand piano di apartemennya di Vatikan setelah terpilih sebagai Paus.

Dia terutama suka pada musik klasik, dan dalam sebuah konser di Vatikan baru-baru ini, dia memuji peran musik yang universal.

“Musik mengekspresikan sentimen manusia yang universal, termasuk sentimen religius, yang mengasi batas-batas budaya,” katanya.

Untuk sementara album ini akan diberi judul bahasa Latin Alma Mater yang berarti Ibu yang Manis.

Judul ini merujuk pada musik dan lagu-lagu pujian bagi Perawan Maria dalam album ini.

Persis sepuluh tahun lalu, suara Paus Johanes Paulus dipakai untuk album kompilasi berjudul Abba Pater atau Bapa Kami.[bbcindonesia]