PENGAKUAN IMAN

Sebuah Tinjauan Singkat tentang Iman Katolik dengan ayat-ayat Kitab Suci

oleh: P. Francis J. Peffley

Pengakuan Iman

i am catholic

APAKAH TUJUAN HIDUP MANUSIA?

Kita diciptakan untuk menikmati kebahagiaan yang sempurna bersama Tuhan untuk selama-lamanya. Kebahagiaan yang sempurna hanya dapat ditemukan dalam hidup, cinta dan kebenaran yang sempurna, yang adalah Tuhan. Kebahagiaan tidak tergantung pada harta benda duniawi yang sifatnya sementara serta tidak sempurna (Luk 12:15), kepuasan hawa nafsu (Peng 1:8) atau persahabatan manusia, tetapi hanya dalam persahabatan yang sempurna serta abadi dengan Allah. “Carilah dahulu Kerajaan Allah” (Mat 6:33). “Hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam Dikau,” ungkap St. Agustinus.

WAHYU ALLAH

Wahyu Allah adalah Sabda Allah. Yaitu kebenaran yang dinyatakan Tuhan kepada kita tentang Diri-Nya dan segala sesuatu yang perlu kita ketahui agar dapat sampai ke Surga. Dua sumber Wahyu Allah adalah Kitab Suci dan Tradisi. (2 Tes 2:15).

TRADISI SUCI

Tradisi Suci adalah Sabda Allah yang diwariskan secara lisan dari Kristus kepada Para Rasul dan dari Para Rasul kepada Gereja (2 Tes 2:15, 1 Kor 11:2, Mat 28:19). Tradisi ditemukan dalam Sahadat, dokumen-dokumen Konsili Gereja, serta tulisan-tulisan para Paus, para Bapa Gereja dan para Doktor Gereja (lih juga 1 Kor 11:2, Gal 1:8-9, 2 Tes 2:15, 3:6, 2 Tim 1:13, 2:2, 3:14).

KITAB SUCI

Kitab Suci adalah Sabda Allah yang diwariskan secara tertulis. Di dalamnya terdapat sejarah karya keselamatan. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar” (2 Tim 3:16). Tuhan adalah satu-satunya Penyebab Kitab Suci.

SYAHADAT PARA RASUL: RINGKASAN SINGKAT WAHYU ALLAH

Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa, pencipta langit dan bumi. Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita. Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria. Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan. Yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa. Dari situ la akan datang, mengadili orang yang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal. Amin.

TEORI “SOLA SCHRIPTURA” (HANYA KITAB SUCI)

Gereja Katolik menolak teori “Sola Schriptura” karena Kitab Suci tidak dapat menafsirkan dirinya sendiri (Kis 8:27-31, 2 Pet 1:20-21, 3:16). Kenyataan bahwa banyak gereja-gereja Kristen yang saling tidak sependapat dalam masalah-masalah penting seperti aborsi, perceraian dan pembaptisan bayi, sudah cukup membuktikan bahwa Kitab Suci tidak dapat berdiri sendiri serta menjelaskan dirinya sendiri. Haruslah ada suatu wewenang khusus yang menafsirkannya. Kita percaya bahwa Gereja diberi wewenang oleh Tuhan karena Kitab Suci menyebut Gereja sebagai “tiang penopang dan dasar kebenaran” (1 Tim 3:15). Tuhan membimbing Gereja untuk menetapkan kitab-kitab mana saja yang merupakan bagian dari Kitab Suci pada Konsili di Kartago pada tahun 396. Tuhan membimbing Gereja yang sama untuk menafsirkannya. Seorang umat Kristiani dengan salinan Kitab Suci ditangannya tidak dapat menafsirkan doktrin (=ajaran) Gereja bagi dirinya sendiri, sama seperti seorang warga negara dengan salinan Kitab Undang-undang Negara di tangannya tidak dapat menafsirkan undang-undang tersebut tanpa bimbingan dari Lembaga Negara. Teori “Sola Schriptura” tidak pernah diajarkan dalam Kitab Suci, tidak pernah diajarkan oleh para rasul, dan tidak pernah ada hingga sebelum tahun 1500.

santo, santa, katolik, sydney, gereja katolik

SIAPAKAH TUHAN ITU?

Tuhan adalah Bapa kita. (Yes 64:8)
Tuhan adalah Pencipta kita (Kej 1:1)
Tuhan adalah Juruselamat kita. (Luk 1:47)
Tuhan itu Kekal. (Mzm 90:2,4)
Tuhan itu Maha Kuasa. (Luk 1:37)
Tuhan itu Maha Tahu. (1 Sam 2:3)
Tuhan itu Maha Kasih (Mzm 136:1)
Tuhan itu Maha Adil (Mzm 119:7)
Tuhan itu Maha Kudus. (Im 19:2)
Tuhan itu Maha Esa. (Mrk 12:29,32)
Tuhan itu Bapa, Putera dan Roh Kudus. (Mat 28:19)

TRITUNGGAL MAHA KUDUS

Tritunggal Maha Kudus adalah suatu misteri. Kita hanya dapat memahami sebagian saja dari-Nya. Tuhan adalah Satu Diri yang terdiri dari Tiga Pribadi. Diri adalah apa sesuatu atau seseorang itu. Pribadi adalah siapa seseorang itu. Tuhan itu adalah Allah yang Satu, tetapi Ia memiliki Tiga Pribadi Allah: Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus (Mat 28:19, Kej 3:22).

YESUS KRISTUS

Yesus Kristus adalah Putera Allah yang kekal, Pribadi Allah yang Kedua dalam Tritunggal Maha Kudus, Yang menjadi manusia demi keselamatan kita. Kematian-Nya melunaskan hutang dosa kita, serta menjadikan kita layak memperoleh kehidupan kekal. “Dengan wafat-Nya, Ia membinasakan kematian kita, dengan kebangkitan-Nya, Ia memulihkan hidup kita.” Yesus adalah sekaligus Allah dan Manusia, sekaligus “Anak Allah” dan “Anak Manusia”. Kitab Suci mengajarkan bahwa Kristus adalah Allah. (Yoh 20:28, Kol 2:9, Yoh 1:1, Yoh 5:18, Yoh 10:30).

ALLAH ROH KUDUS

Roh Kudus adalah Pribadi Allah yang Ketiga dalam Tritunggal Maha Kudus. Kita Suci mengatakan, “Roh Kudus adalah Allah” (Yoh 4:24, Kis 5:3-4, Kej 6:3). Roh Kudus adalah Roh Kebenaran (Yoh 14:17). Roh Kudus dikaruniakan kepada mereka yang percaya kepada Yesus serta mentaati segala perintah-Nya. (1Yoh 3:23-24, 1 Yoh 4:13, 1Kor 12:3, Kis 5:29-32).

7 KARUNIA DAN 12 BUAH-BUAH ROH KUDUS

7 Karunia Roh Kudus: 1. Kebijaksanaan 2. Pengertian 3. Nasehat 4. Keperkasaan 5. Pengenalan akan Allah 6. Kesalehan 7. Takut akan Allah (Yes 11:2,3)

12 Buah-buah Roh Kudus: 1. Kasih 2. Sukacita 3. Damai sejahtera 4. Kesabaran 5. Kemurahan 6. Kebaikan 7. Kesetiaan 8. Kelemahlembutan 9. Penguasaan diri 10. Kerendahan hati 11. Kesederhanaan 12. Kemurnian (Gal 5:22-23)

MALAIKAT: UTUSAN ALLAH

Para malaikat adalah roh-roh yang melayani (Ibr 1:14) yang diciptakan oleh Tuhan. Para malaikat dapat menampakkan diri kepada manusia dalam suatu penglihatan (Tobit 12:19) serta digambarkan memiliki sayap (Kel 25:20, 37:9, Yeh 10:5). Setiap orang mempunyai malaikat pelindung untuk membantu melindunginya dari bahaya jasmani maupun rohani (Kis 12:15, Mat 18:10).

IBLIS

Iblis (Mat 4;1) diciptakan sebagai malaikat baik, tetapi ia memilih untuk berdosa melawan Tuhan (Yeh 28:12-19, Yes 14:11-15). Ia memimpin pemberontakan melawan Tuhan dan sebagian malaikat lain mengikuti dia melawan Tuhan. Mereka itu disebut setan (Why 12:7-9). (baca juga Pertempuran Besar di Surga)

PENCIPTAAN DAN JATUHNYA MANUSIA DALAM DOSA

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” (Kej 1:1). Manusia adalah makhluk hidup yang terdiri dari tubuh dan jiwa, dan diciptakan menurut citra Allah (Kej 1:26, 2:7). Kejatuhan manusia adalah jatuhnya manusia dari keadaan rahmat ke dalam dosa. Adam dan Hawa adalah pria dan wanita pertama yang diciptakan Tuhan. Mereka diciptakan dalam keadaan rahmat (persahabatan) dengan Tuhan. Mereka dicobai oleh iblis untuk tidak taat kepada Tuhan (Kej 3) dan melakukan dosa pertama (dosa asal). Karenanya, mereka kehilangan persahabatan mereka dengan Tuhan dan diusir dari Taman Eden ke dalam dunia dengan penderitaan dan kematian bagi mereka serta keturunan mereka (Mzm 51:7, Rom 5:12).

RAHMAT

Rahmat adalah karunia adikodrati dari Tuhan yang diperlukan untuk memberi hidup baru bagi jiwa – yaitu kehidupan Ilahi Allah sendiri. Kita bertumbuh dalam rahmat melalui penerimaan sakramen-sakramen, melalui doa, membaca Kitab Suci dan melakukan tindakan-tindakan belas kasih. Kita kehilangan rahmat jika kita berbuat berdosa.

RAHMAT PENGUDUSAN

Tanpa rahmat pengudusan kita tidak dapat masuk surga. Rahmat pengudusan menjadikan kita kudus dan berkenan bagi Tuhan. Dengan dipenuhi rahmat pengudusan, kita menjadi anak-anak Allah dan mendapat jaminan untuk masuk surga.

RAHMAT AKTUAL

Rahmat aktual adalah rahmat khusus yang merupakan karya Roh Kudus di dalam kita, yang mendorong kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik serta menolak godaan.

DOSA

Dosa adalah tindakan memberontak melawan kehendak Tuhan dan perintah-perintah-Nya. “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yak 4:17, 1Yoh 3:4). Ada perbedaan dalam bobot dosa. (Mat 5:19, Yoh 19:11)

DOSA ASAL

Dosa asal adalah dosa leluhur pertama kita, yang menyebabkan kita kehilangan rahmat dan persahabatan dengan Tuhan. Dosa asal mengakibatkan melemahnya kehendak baik kita sehingga lebih sulit bagi kita untuk melakukan yang baik serta menghindari yang jahat (Kej 3, Mzm 51:7).

DOSA BERAT

Dosa berat menyebabkan jiwa kehilangan rahmat pengudusan. Mereka yang meninggal dengan dosa berat tanpa pertobatan dalam jiwanya, tidak dapat masuk surga (1Yoh 5;16-17, Yoh 15:6).

Suatu perbuatan merupakan dosa berat jika dipenuhi secara serentak tiga persyaratan berikut:

Materi berat sebagai obyek – pikiran, perkataan, tindakan atau pun kelalaian yang harus merupakan atau diyakini sebagai kesalahan yang amat berat. (Luk 12:47-48, Kej 20:1-8),
Persetujuan yang telah dipertimbangkan – pelaku memiliki pengetahuan penuh akan kesalahan besar tersebut (berpikirlah terlebih dahulu sebelum melakukannya),
Penuh kesadaran – secara sukarela memilih untuk berbuat dosa.

DOSA RINGAN

Dosa ringan adalah dosa yang tidak menyangkut masalah berat, atau dosa di mana salah satu dari ketiga persyaratan dosa berat tidak terpenuhi.

PELUANG DOSA

Kesempatan / peluang dosa adalah orang, tempat atau pun barang yang dapat menjerumuskan kita ke dalam dosa (Mat 5:29-30, Ams 4:14-15, Sir 9:3-13).

GEREJA: TUBUH KRISTUS

Gereja adalah: Persekutuan para kudus (Ibr 10:25), Tubuh Kristus (Ef 1:23, 1Kor 12:27) dan Keluarga Allah (Ef 3:15).

EMPAT SIFAT GEREJA

Satu semua anggotanya percaya akan satu iman dalam bimbingan Bapa Suci
(Ef 4:4-6, Yoh 17:21).
Kudus karena ajaran-ajarannya, sakramen-sakramennya dan pendirinya, Kristus, adalah kudus.
Katolik diutus oleh Kristus kepada seluruh umat manusia.
Apostolik dibangun atas dasar para Rasul (Ef 2:20, Why 21:14).

paus, pope, benedict, katolik, gereja,

PAUS

Kata Paus berarti “Bapa”. Paus adalah Kepala Gembala Gereja, guru dan pimpinan tertinggi. Paus memiliki Wewenang Mengajar Gereja yang sifatnya tidak dapat sesat (infallibilitas) dalam masalah-masalah iman dan susila. Paus tidak membuat wahyu baru, melainkan mengajarkan wahyu yang berasal dari Kristus dan para Rasul. Paus bukanlah seseorang yang tidak dapat berdosa. Umat Katolik percaya kepada Paus karena beliau ditunjuk oleh Kristus. “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat 16:17-19) “Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur.” (Luk 22:31-32) Kristus menamakan Petrus “Kefas”, yang dalam bahasa Ibrani berarti “wadas”. “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat 16:19) “Kunci” melambangkan kuasa (Yes 22: 15-25, Why 1:18). Yesus mengatakan kepada Petrus, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yoh 21:15-17) yang artinya “ajarlah gereja-Ku.” Yesus menunjuk Petrus sebagai Kepala Gembala Gereja-Nya. Kristus adalah Kepala Gereja yang tidak kelihatan, Paus adalah Kepala Gereja yang kelihatan. Kitab Suci mencatat bahwa perselisihan pertama mengenai ajaran gereja diselesaikan dalam Konsili Gereja (Kis 15) yang dipimpin oleh Paus pertama (Kis 15:7). Kisah tersebut merupakan contoh biblis tentang penyelesaian suatu perselisihan mengenai ajaran gereja. Petrus selalu ditempatkan pada urutan pertama dalam setiap daftar Para Rasul (Mat 10:1-4, Mrk 3:16-19, Luk 6:12-16, Kis 1:13), yang pertama melakukan mukjizat dalam nama-Nya (Kis 3:6-7), dan yang pertama mewartakan Injil (Kis 2:14).

SANTA PERAWAN MARIA: HAWA BARU

Maria disebut sebagai yang Dikaruniai (Luk 1:28), yang Diberkati dan yang Berbahagia (Luk 1:42,48), Perawan (Mat 1:23), Bunda Yesus (Kis 1:14) dan Bunda Allah. Kitab Suci menyebut Kristus sebagai Adam baru: “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” (1Kor 15:22) Bapa-bapa Gereja menyebut Maria sebagai Hawa Baru (Kej 3:15). Sama seperti melalui Hawa maut datang, demikian pula melalui Maria hidup datang. Malaikat yang memberontak memperdayai Hawa, seorang perawan (Kej 3:4); Hawa tidak taat kepada Tuhan dan membawa maut ke dalam dunia. Malaikat Allah menyampaikan kabar gembira kepada “seorang perawan – nama perawan itu Maria” (Luk 1:27); ia taat kepada Tuhan dan membawa hidup ke dalam dunia. Tuhan menggunakan sarana yang sama, dengan yang digunakan iblis untuk menjatuhkan kita ke dalam dosa, sebagai sarana keselamatan kita. Dua anak Allah – Adam (Luk 3:38) dan Kristus, dua perawan tak berdosa – Maria dan Hawa, dua pohon – pohon pengetahuan dan salib, dua malaikat – Iblis dan Gabriel.

MARIA BUNDA ALLAH

Maria adalah Bunda Allah karena ia melahirkan tubuh dan jiwa Yesus, yaitu manusia Yesus Kristus, yang adalah Allah. (Luk 1:43, Yoh 20:28). Maria adalah bunda rohani kita (Yoh 19:25-27, Kej 3:20).

YANG DIKANDUNG TANPA DOSA

Immaculata Conceptio berarti bahwa Maria dikandung tanpa dosa. Hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan Maria dalam perannya yang istimewa sebagai Bunda Allah, sehingga dosa asal (Mzm 51:7) tidak akan diwariskan kepada Yesus atau dosa tersebut ada ketika Maria mengandung dari Roh Kudus (Luk 1:26-38, Mat 1:18-20). Tuhan berkenan untuk mengantisipasi jasa-jasa Yesus Kristus ke dalam jiwa Maria pada saat ia dikandung serta membebaskannya dari dosa asal.

MARIA TETAP PERAWAN SELAMANYA

Maria disebut perawan selamanya karena ia adalah seorang perawan sebelum, maupun sesudah kelahiran Kristus (Luk 1:34, Yes 7:14).

MARIA DIANGKAT KE SURGA

Maria diangkat, tubuh serta jiwanya, ke surga. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, Tuan di atas segala tuan, yang telah mengalahkan dosa dan maut (LG59). Terangkatnya Perawan Tersuci adalah satu keikutsertaan yang istimewa pada kebangkitan Puteranya dan satu antisipasi dari kebangkitan warga-warga Kristen yang lain.

PERANTARAAN MARIA

Umat Katolik menyembah hanya Tuhan, tetapi menghormati Maria sebagai Bunda rohani (Why 12:1-17, Yoh 19:26-27). Maria adalah ciptaan, bukan pencipta. Namun demikian, Maria adalah Bunda Allah (Luk 1:43, Yoh 20:28). Maria adalah bunda kita, dan Ratu Surga. “Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.” (Luk 1:48) Tuhan memberi perintah kepada kita “Hormatilah ayahmu dan ibumu” (Kel 20:12). Penghormatan yang kita berikan kepada Maria, Bunda rohani kita, sama sekali tidak mengurangi sembah sujud kita kepada Tuhan. Sesungguhnya, hal tersebut sesuai dengan kehendak Allah yang kudus. Kita, yang adalah anak-anak Allah, menghormati Maria yang dihormati oleh Putera Allah. Kristus adalah satu-satunya pengantara kita (1 Tim 2:5-6) dengan Tuhan, tetapi Maria dapat mendoakan kita kepada Puteranya, Yesus. Yesus melakukan mukjizat pertama-Nya atas permintaan bunda-Nya (Yoh 2:1-12). Sama seperti kita dapat meminta anggota-anggota gereja di bumi untuk mendoakan kita (1Tim 2:1, 2 Tim 1:3), demikian pula kita dapat meminta anggota-anggota gereja di surga untuk mendoakan kita (Why 5:8, Why 8:3, Mat 22:31-32). Sama seperti seorang seniman dihormati ketika seseorang mengagumi karyanya, demikian juga Tuhan dihormati ketika kita menghormati Maria. Tuhan mengasihi kita ketika kita menghormati Maria sebagaimana seorang Bapa bersukahati ketika puterinya dihormati. Segala penghormatan yang kita persembahkan kepada Maria dipersembahkan kembali kepada Tuhan, sebab kita menghormati Maria karena apa yang telah dilakukan Tuhan kepadanya, bersamanya, dan melaluinya. Ketika kita menghormati Maria, kita menghormati Tuhan.

PENGADILAN TERAKHIR

Langsung sesudah kematian, setiap jiwa disambut dalam pengadilan pribadi oleh Tuhan. Pada akhir jaman, Kristus akan kembali ke bumi dan mengadilinya (Mat 25, Keb Sal 1-5). Ia akan menegaskan kembali pengadilan khusus yang kita terima pada saat kematian di hadapan seluruh dunia. Pada waktu itulah semua orang yang telah mati akan dibangkitkan kembali (1 Kor 15).

SURGA

Surga adalah keadaan bersatu dengan Tuhan dalam kebahagiaan abadi bagi mereka yang melakukan kehendak Tuhan di bumi dan meninggal dalam keadaan rahmat. (Mat 25:21, Why 21:3-4).

NERAKA

Neraka adalah keadaan terpisah dari Tuhan untuk selama-lamanya bagi mereka yang meninggal dalam keadaan dosa berat dan dengan demikian telah menolak kehidupan, kebenaran dan kasih Tuhan. Dua hukuman utama neraka adalah “terpisah dari Tuhan untuk selama-lamanya” dan “siksa neraka” yaitu `api abadi’ (Mat 25:41, Mrk 9:42-27, Luk 16:19-31, Mat 10:28).

API PENYUCIAN

Api penyucian adalah keadaan sementara di mana jiwa-jiwa menyucikan diri sepenuhnya untuk memperoleh kekudusan agar dapat masuk surga. (2Mak 12:45, 1 Kor 3:11-15, Mat 5:23-26).

sumber : “MICRO CATECHISM: A Short Review of the Catholic Faith with Scripture References” by Father Peffley; Father Peffley’s Web Site;www.transporter.com/fatherpeffley

disesuaikan dengan: Katekismus Gereja Katolik edisi Indonesia, Propinsi Gerejani Ende 1995, Percetakan Arnoldus – Ende

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Francis J. Peffley.”