AGUSTUS 2009

UJUD UMUM:
Semoga masyarakat dunia semakin menyadari permasalahan yang melanda jutaan
orang yang tersingkir dan para pengungsi, dan semoga ditemukan jalan keluar
yang nyata untuk mengatasi situasi mereka yang seringkali sangat
memprihatinkan.

UJUD KHUSUS:
Semoga orang-orang kristiani yang banyak negara, menderita penganiayaan dan
diskriminasi karena nama Kristus memperoleh hak-hak asasi, kesetaraan, dan
kebebasan beragama sehingga mereka dapat menghayati dan mengamalkan iman
mereka dengan bebas.

===============================================================

RH Mutiara Iman
Sabtu, 01 Agustus 2009
Pw. St. Alfonsus Maria de Liguori, UskPujG
(by: Rm. Terry Ponomban, Pr.)

Mutiara Iman:
“…sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang
dimintanya…”
[Matius 14:7]

BACAAN PERTAMA – Imamat 25:1,8-17;

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 67:2-3,5,7-8;

BACAAN INJIL – Matius 14:1-12;

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes,
raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: “Inilah Yohanes
Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya
kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh
menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan
peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah
menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin
membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes
sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan
Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga
Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka
setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: “Berikanlah aku di
sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja,
tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk
memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala
Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu
dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes
Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka
memberitahukannya kepada Yesus.

MEDITATIO:
Suasana hati yang gembira, suasana pesta yang penuh sukacita,
kebesaran pangkat dan kuasa, serta kepuasan oleh seorang anak terkasih, bisa
membuat seorang ayah berada di ujung kebanggaan dan dengan mudah menawarkan
hadiah, dalam bentuk sumpah! Betapa mudah sumpah dan janji diangkat dan
diumumkan… Sementara itu, si jahat siap memanfaatkan setiap kesempatan.
Maka, sumpah dan janji bisa menjadi jerat penghancur. Bisikan itu datang,
bisikan berbasis dendam, bisikan yang memanfaatkan kesempatan. Kepala sang
nabi pun menjadi incaran dan korban… Apa boleh buat, suara hati, bisikan
kebenaran menjadi kalah oleh rasa malu, oleh keterlanjuran mengobral janji
dan sumpah.

Mari kita berhati-hati dengan segala emosi, perasaan sukacita: jangan
sampai kita kehilangan kontrol dan mengumbar janji dan sumpah yang akan
menjerat kita sendiri. Mari kita berani menaati suara hati dan bisikan Roh
Allah daripada menyerah kalah pada rasa malu belaka.

CONTEMPLATIO:
Pandanglah sang nabi, Yohanes Pembaptis… ia memandangmu sambil berkata:
luruskanlah jalan Tuhan… luruskanlah jalan Tuhan… Dengarkan suara itu,
rasakan getaran dan gemanya, resapkan dan endapkan pesannya di dasar
hatimu…

ORATIO:
Yesus, sucikanlah pikiranku, kuasailah lidahku dan murnikanlah perasaan
hatiku agar jangan menjadi sumber kesalahan dan kekeliruan dalam hidupku.
Semoga kata-kataku, keputusan-keputusanku tidak membawa bencana dan kerugian
bagi sesamaku. Amin.

MISSIO:
Aku akan menjaga dengan penuh waspada agar kata-kata dan perbuatanku hari
ini takkan satu pun yang menyakiti atau merugikan orang lain. Sebaliknya
saya akan bersikap pemaaf dan sabar jika ada keterlanjuran orang lain
padaku.

Tuhan memberkati!