RH Mutiara Iman
Jumat, 31 Juli 2009
Pw. St. Ignatius dari Loyola, Im.
St. Yohanes Collumbini; St. Germanus
(by: Rm. J. Juliwan, SCJ)

Mutiara Iman:
“Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan
di rumahnya.”
[Matius 13:57b]

BACAAN PERTAMA – Imamat 23:1,4-11,15-16,27,34b-37;

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 81:3-6ab,10-11ab;

BACAAN INJIL – Matius 13: 54-58;

Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di
rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana
diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan
saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah
saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana
diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus
berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di
tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaan mereka,
tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

MEDITATIO:
Ungkapan Yesus di atas mau menunjukkan sikap orang-orang sekampung
terhadap diriNya. Mereka hanya melihat latar belakang Yesus, sehingga mereka
menyepelekan perkataan Yesus. Ketegasan Yesus dalam mengkritik kebobrokan
hidup mereka, membuat mereka menolakNya. Meski ditolak, Yesus tidak pernah
berhenti dalam mewartakan kebenaran demi keselamatan manusia sendiri.

Sosok St. Ignatius Loyola juga seorang pribadi yang giat menjadi
pewarta Yesus. Meski banyak tantangan ia tidak tetap berjuang demi kemuliaan
Allah. Sekarang kitalah yang meneruskan tugas kenabian Yesus ini. Ada
berbagai penolakan yang mungkin kita hadapi, namun hal itu sudah menjadi
bagian pewartaan kita. Itulah tantangan nyata yang membuat kita harus
semakin berani dalam mewartakan kabar gembira kepada dunia. Yesus sudah
memberi rambu-rambu kepada kita, maka kita tidak perlu mengeluh jika
menghadapi situasi sulit.

CONTEMPLATIO:
Duduklah dalam hening… sadari seluruh perjuangan hidupmu selama ini. Dalam
situasi itu, Tuhan meneguhkan Anda. Bersyukurlah… bersyukurlah senantiasa
atas peneguhan dari Tuhan itu.

ORATIO:
Tuhan, semoga berkat kekuatanMu aku tetap melangkah dalam situasi yang tidak
mudah itu sampai bersatu denganMu sendiri. Amin.

MISSIO:
Mulai dari sekarang aku tidak ingin mudah mengeluh dalam menghadapi berbagai
kesulitan kehidupan ini.

Tuhan memberkati!