RH Mutiara Iman
Senin, 27 Juli 2009
St. Pantaleon; St. Aurelius dan Sta. Natalia
(by: Rm. Udi Rahkito, OMI)

Mutiara Iman:
“Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi…memang biji itu yang paling kecil
dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar
daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon.”
[Matius 13:31-32]

BACAAN PERTAMA – Keluaran 32:15-24,30-34;

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 106:19-23;

BACAAN INJIL – Matius 13:31-35;

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka,
kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan
ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala
jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada
sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara
datang bersarang pada cabang-cabangnya.” Dan Ia menceriterakan perumpamaan
ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil
seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai
khamir seluruhnya.” Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam
perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada
mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka
mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi
sejak dunia dijadikan.”

MEDITATIO:
Pada suatu hari, Seorang Guru mengajar dalam bentuk perumpamaan dan
cerita, yang didengarkan oleh para murid dengan senang hati dan
kadang-kadang kecewa karena mereka menginginkan sesuatu yang lebih dalam.
Guru itu tidak terusik. Semua keberatan mereka dijawab, “Kamu harus tahu,
anak-anakku, bahwa jarak paling dekat antara manusia dan kebenaran adalah
cerita.” Di hari lain, ia berkata, “Jangan meremehkan cerita. Uang emas yang
hilang ditemukan kembali dengan lilin kecil; kenyataan yang paling dalam
ditemukan dengan menggunakan cerita.” Pesan yang mau dikatakan adalah
“jangan meremehkan cerita”. Banyak nilai kehidupan yang penting menjadi
mudah dipahami dan abadi karena disimpan dalam cerita.

Tuhan Yesus juga sungguh menyadari gunanya cerita. Banyak ajaranNya
disuguhkan dalam cerita atau perumpamaan. Dengan cara mengajar seperti itu,
ajaran Tuhan Yesus mudah diikuti dan diingat oleh para pendengarNya. Maka
sambil kagum pada kepandaian Tuhan Yesus dalam mengajar, kita bisa
merenungkan pertanyaan ini: Seberapa kuat pengaruh aneka cerita dan
perumpamaan yang telah diberikan Tuhan Yesus terhadapku dan memberikan
inspirasi dalam hidupku sehari-hari sebagai pengikut Kristus?

CONTEMPLATIO:
Pejamkan mata beberapa menit. Bacalah kembali perumpamaan Yesus dalam Injil
tadi… berilah tanggapan setiap kali Anda mendengar Yesus mengajar…
Mohonlah terangNya agar Anda memahami maksudNya dengan tepat.

ORATIO:
Tuhan Yesus, Engkaulah sumber inspirasi bagi hidupku. Amin.

MISSIO:
Aku hari ini dalam perkataan maupun tindakanku akan berusaha untuk
memberikan inspirasi yang baik kepada orang lain.

Tuhan memberkati!