RH Mutiara Iman
Selasa, 28 Juli 2009
St. Nasarius dan Selsus;
St. Viktor dan Innosensius
(by: Rm. Udi Rahkito, OMI)

Mutiara Iman:
“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
[Matius 13:43]

BACAAN PERTAMA – Keluaran 33:7-11; 34:5b-9,28;

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 103:6-13;

BACAAN INJIL – Matius 13: 36-43;

Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang.
Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami
perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Ia menjawab, kata-Nya: “Orang
yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih
yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang
menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para
penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam
api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh
malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang
menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam
Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan
terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan
bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga,
hendaklah ia mendengar!”

MEDITATIO:
Beberapa tahun yang lalu, tiket kereta api “one way” (sekali jalan)
menuju sebuah tempat wisata kawah menjadi tiket yang terjual paling laris di
Jepang. Namun perusahaan kereta api setempat akhirnya menyadari bahwa ia
sebenarnya telah tertipu oleh “banyak penumpang”. Sebab, ada banyak
penumpang yang ternyata tidak kembali lagi naik kereta api. Dalam dua tahun
telah terjadi 350 orang bunuh diri melompat ke kawah. Kini di dekat stasiun
keberangkatan telah dibangun sebuah rumah kecil dengan sebuah papan nama
yang bertuliskan “TUNGGU SEBENTAR”. Rumah kecil itu telah berhasil
mengundang banyak orang untuk merenung sebentar. 2500 orang telah merenung
dengan baik dan membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Kisah ini memberikan
sebuah pesan tentang pentingnya hidup yang refleksif atau hidup yang
diwarnai dengan kegiatan merenung.

Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus memberikan penjelasan kepada para
muridNya tentang arti perumpamaan yang pernah Ia berikan kepada para murid
[bacalah Matius 13:24-30]. Melalui kisah dalam Injil hari ini, kita pun bisa
bertanya diri, apakah aku sudah menjadi pengikut Kristus yang aktif
merenungkan, mencoba memahami dan menghidupi ajaran-ajaran Tuhan Yesus dalam
hidupku atau aku ini termasuk pengikutNya yang kurang rajin untuk
mempelajari dan merenungkan arti ajaran-ajaranNya?

CONTEMPLATIO:
Pejamkan mata Anda selama beberapa menit. Bayangkanlah diri Anda sedang
menhadapi ujian lisan di hadapan Tuhan Yesus, dan Tuhan Yesus meminta Anda
untuk menjelaskan kembali salah satu ajaran yang pernah diberikan olehNya.
Di akhir ujian itu, Tuhan Yesus akan memberikan nilai kepada Anda…
terimalah berapapun nilai yang diberikan Tuhan.

ORATIO:
Tuhan Yesus, bantulah aku untuk bukan saja suka mendengar SabdaMu, tetapi
juga merenungkan maknanya lebih sering. Amin.

MISSIO:
Mulai hari ini aku akan menjadi warga lingkungan/paroki yang lebih aktif.

Tuhan memberkati!