RH Mutiara Iman
Rabu, 29 Juli 2009
Pw. Sta. Marta, Maria dan Lazarus, Sahabat Tuhan
St. Simplisius; St. Faustinus dan Beatriks
(by: Rm. FX. Suherman, Pr.)

Mutiara Iman:
“Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan
datang ke dalam dunia.”
[Yohanes 11:27]

BACAAN PERTAMA – I Yohanes 4:7-16; 

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 34:2-11;

BACAAN INJIL – Yohanes 11:19-27;
Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk
menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta
mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria
tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada
di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa
Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta
kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta
kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit
pada akhir zaman.” Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa
percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang
yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa
Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

atau Lukas 10:38-42
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di
sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di
rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria
ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang
Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan,
tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang
diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta,
engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu
saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan
diambil dari padanya.”

MEDITATIO:
Hari ini kita memperingati St. Marta, saudaranya Maria dan Lazarus,
yang dalam Injil Yohanes dikisahkan sebagai sahabat-sahabat dekat Yesus.
Ketiga orang ini memiliki pribadi dan semangat yang berbeda, namun Yesus
mengasihi mereka apa adanya. Suatu keutamaan hidup yang patut kita teladani
dari ketiga sahabat Yesus ini adalah iman dan ketulusan hati mereka
bersahabat dengan Yesus, Tuhan. Mewakili sikap iman kedua saudaranya pada
Yesus. Marta menegaskan: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias,
Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

Semoga peringatan ketiga sahabat Yesus ini dapat memberi teladan yang
meneguhkan hidup iman kita. Yang diharapkan Tuhan dari orang beriman bukan
pengetahuan yang tinggi dan mendalam, tetapi sebuah ketulusan persahabatan
dan kesederhanaan dalam beriman. Apakah hati kita tulus dalam bersahabat
dengan Tuhan? Apakah segala sesuatu yang kita lakukan untuk Tuhan selalu
terselip pamrih? Apakah pikiran kita terlalu berbelit-belit untuk dapat
menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat?

CONTEMPLATIO:
Berdiam diri sejenak dan pejamkan mata. Lihatlah pengalaman hidup Anda,
terutama apa yang selama ini Anda lakukan untuk Tuhan… Mohonlah belas
kasih Tuhan bila selama ini Anda tidak tulus bersahabat denganNya.

ORATIO:
Tuhan Yesus, Engkau telah menerima dan mengasihi diriku apa adanya. Bantulah
aku untuk dapat mencintaiMu dengan hati yang tulus dan iman yang teguh.
Amin.

MISSIO:
Aku ingin mewujudkan cintaku pada Tuhan dengan menjalin persahabatan yang
tulus dengan sesama.

Tuhan memberkati!