RH Mutiara Iman
Sabtu, 20 Juli 2009
Pesta St. Yakobus, Rasul
(by: M. Budi Sardjono)

Mutiara Iman:
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi
pelayananmu. “
[Matius 20:26]

BACAAN PERTAMA – 2 Korintus 4:7-15;

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 126:1-6;

BACAAN INJIL – Matius 20:20-28;

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada
Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata
Yesus: “Apa yang kaukehendaki? ” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua
anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah
kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab,
kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum
cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus
berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di
sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya.
Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah
menyediakannya. ” Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada
kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu,
bahwa pemerintah-pemerint ah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan
besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara
kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi
terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak
Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk
memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

MEDITATIO:
Mula-mula Ibu Yakobus dan Yohanes pasti kecewa berat. Impiannya untuk
‘menempatkan’ dua anaknya di kanan kiri Yesus tak terwujud. Ia mengira bahwa
Yesus kelak akan jadi raja yang memerintah bangsa Yahudi. Jadi wajar jika
ada orang yang berusaha agar keluarganya bisa dekat dengan sang penguasa.
Bahkan sampai sekarang dan terjadi di negeri kita. Budaya semacam itulah
yang akhirnya menyuburkan KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme), dan membuat
perekonomian negeri megap-megap.

Jauh sebelum KKN merebak di mana-mana, 21 abad yang lalu Yesus sudah
membalik paradigma yang menyesatkan itu. Ia justru mengeluarkan jurus yang
membuat orang tercengang. Barangsiapa ingin menjadi besar, hendaknya ia jadi
pelayan. Barangsiapa ingin terkemuka, hendaknya ia jadi hamba dulu. Luar
biasa. Karena Yesus tidak hanya bicara tapi mempraktekanNya.

CONTEMPLATIO:
Masuklah suasana hening. Nikmatilah keheningan 2-3 menit. Dalam hidup Anda
punya ambisi, punya obsesi. Ingin menjadi yang pertama, terkemuka dan tak
tertandingin. Tentukan ambisimu yang paling mungkin Anda capai dalam iman…

ORATIO:
Allah Bapa Yang Mahakuas, Engkaulah pemilik jagad seisinya. Tetapi tidak
sekali-kali Engkau memanjakan PuteraMu, Tuhan kami, Yesus Kristus,
berkelimpahan harta dunia dan kemegahan duniawi. Ia justru jadi pelayan para
murid-Nya. Aku pun ingin meneladani sikapNya yang rendah hati. Amin.

MISSIO:
Mulai hari ini aku mau menjadi pelayan dan hamba diri saudara-saudaraku
dalam rumah, komunitas atau paguyuban masyarakat terdekatku.

Tuhan memberkati!