RH Mutiara Iman
Jumat, 24 Juli 2009
St. Kristoforus, Mrt.;
Sta. Kristina, Mrt.
(by: Rm. Frietz R. Tambunan, Pr.)

Mutiara Iman:
“Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar
firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.”
[Matius 13:20]

BACAAN PERTAMA – Keluaran 20:1-17;

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 19:8-11;

BACAAN INJIL – Matius 13:18-23;

Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap
orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak
mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati
orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang
ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu
dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan
sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman
itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah
orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya
kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di
tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan
karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali
lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

MEDITATIO:
Kaum behaviorism dalam ilmu psikologi percaya bahwa watak dan
perilaku manusia itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama di saat
pertumbuhan. Jika kita lahir dalam keluarga yang sangat religius, maka
anak-anak dalam keluarga pun akan cenderung religius. Kondisi ekonomi
keluarga dan lingkungan pun cukup menentukan masa depan profesional seorang
anak karena memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melakukan lebih
banyak hal daripada seorang anak dalam keluarga miskin.

Tidak semua manusia dilahirkan di tanah yang kering dan berbatu-batu,
di tengah semak berduri, dan juga di tanah yang subur. Itulah sebabnya ada
orang yang lahir di tanah Afrika yang kebanyakan gersang, di Kutub Utara
yang dingin, di pulau Irian yang sangat subur, dan di pulau Samosir yang
dikelilingi oleh ratusan juta kubik air tetapi pulaunya sendiri sering
kekurangan air. Tuhan menanam manusia dalam kondisi yang sangat berbeda.
Manusia pun bebas untuk memberikan reaksi. Indonesia yang subur tanahnya dan
kaya hasil alamnya, belum tergolong negara yang makmur. Australia yang
kurang subur tanahnya, ternyata rakyatnya lebih sejahtera. Ada banyak orang
kaya raya di benua Afrika dan India yang terkenal dengan kemiskinan yang
menghimpit. Sesungguhnya soal keberhasilan itu bukan melulu urusan Tuhan
tetapi urusan dan upaya manusia untuk mengembangkan modal dasar kehidupan
yang diberikan Tuhan. Tuhan tetap menjalankan peran sebagai pembuka kran
kesempatan, dan manusialah yang bertanggungjawab apakah mau menggunakan
kesempatan yang sama itu atau tidak.

CONTEMPLATIO:
Heninglah 2-3 menit, katakan di hadapan Tuhan bahwa hatimu pun saat ini
bagaikan semak belukar bagi sabda Tuhan… FirmanNya sering tidak bertumbuh
karena keangkuhanmu. .. mohonlah padaNya hati yang terbuka bagi SabdaNya.

ORATIO:
Ya Tuhan, jadikan hatiku sebagai ladang yang subur bagi benih SabdaMu. Amin.

MISSIO:
Aku akan berusaha membuka hati bagi Sabda Tuhan yang kualami dalam
pengalaman hidupku.

Tuhan memberkati!